Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Tidak Terjebak Fintech Pinjaman Online Ilegal Terkini

Fintech pinjaman online ilegal adalah fintech P2P Lending tidak resmi, tidak terdaftar di OJK. OJK melarang keras masyarakat mengajukan pada fintech ilegal lantaran resiko yang dihadapi konsumen waktu mengambil pinjaman online menurut lembaga nir resmi. 

Cara Tidak Terjebak Fintech Pinjaman Online Ilegal Terkini 

Pertumbuhan pinjaman online atau pinjol pada Indonesia sangat luar biasa. Diluar dugaan poly orang, dalam ketika singkat, nir hingga dua tahun puluhan perusahaan Fintech bermunculan yg menawarkan pinjaman online.

Pinjaman online menawarkan poly fitur yang menguntungkan konsumen dibandingkan perbankan. Akibatnya, pada dua tahun terakhir, fintech pinjol tumbuh luar biasa menggunakan  sambutan masyarakat yang pula luar biasa.

Tetapi, ekses negatif bermunculan. Salah satunya merupakan kemunculan masalah pinjaman online ilegal yg menghebohkan rakyat.

Ilegal merupakan aktivitas pinjaman (pinjol) yang dilakukan forum nir memiliki biarOJK.

Pinjol ilegal beroperasi melanggar ketentuan OJK.

Cara kerja fintech ilegal patut dipertanyakan dan mengakibatkan keresahan.

Persoalannya, pinjol ilegal tersebut tumbuh menggunakan cepat seiring dengan pinjol legal. Ada puluhan pinjaman online ilegal yg lahir setiap bulan. Luar biasa !

Thanks to technology, sangat mudah menciptakan situs & menaruh lokasi situs di luar Indonesia yg sulit dijangkau oleh otoritas keamanan di Indonesia. Itu sebabnya kenapa pinjol ilegal tidak pernah berhenti tumbuh.

Menghambatnya secara ketentuan & peraturan tidak selamanya akan efektif lantaran sifat teknologi yang lintas batas dan mudah di duplikasi. Walaupun terima kasih kepada Satgas Investasi OJK yg terus melakukan pencabutan, penutupan dan sanksi kepada fintech ilegal.

Kuncinya adalah pencerahan konsumen. Kalau konsumen berhenti memakai pinjol ilegal, menggunakan sendirinya, fintech ilegal akan hilang & punah.

Sayangnya, pencerahan konsumen terhadap pinjaman online yang sah dan ilegal belum baik. 

Banyak konsumen saat pengajuan kredit, pinjam uang, disetujui dan dana dicairkan ke rekening, tidak pernah berpikir atau bahkan nir peduli, apakah forum yg menaruh pinjaman secara online tadi sah atau tidak.

Selama uang masuk rekening, buat sebagian akbar konsumen merupakan akhir cerita.

Nanti, selesainya pinjol ilegal melakukan sejumlah hal yang nir pantas & tidak wajar pada konsumen peminjam, konsumen baru sadar dan komplain akan tindakan pinjol ilegal tersebut. Yang mana hal tadi umumnya telah terlambat.

Tujuan tulisan ini membentuk kesadaran rakyat soal resiko & bahaya pinjaman online ilegal.

Anda bisa melihat daftar fintech ilegal modern. Kasus Fintech Pinjaman Online Ilegal

Kasus pinjaman online pada media massa bisa dipastikan kemungkinan sangat akbar dilakukan sang Fintech ilegal yang nir punya biarOJK.

Berikut ini kasus fintech ilegal pinjaman online yg menghebohkan rakyat, kasus fintech di indonesia (sumber: Kompas.com):

“Kasus seseorang wanita, YI (51), rakyat Solo, Jawa Tengah, yang fotonya disebar dan disebut bersedia “digilir” untuk membayar pinjaman online”

“Seorang sopir taksi, Z (35), ditemukan mati gantung diri pada tempat tinggalkos pada Jalan Prapatan VII, Tegal Parang, Jakarta Selatan. Sebelumnya, Z sempat menuliskan sepucuk surat yang berisi permohonannya pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pihak berwajib buat memberantas pihak-pihak yang memberikan pinjaman online.”

“Petugas penagih menghubungi beberapa angka di hubungan telepon Dona dan memberitahu bahwa beliau mempunyai utang. Salah satu aplikasi online ini menghubungi atasan aku berturut-turut setiap malam. Saya lalu ditegur, kata Dona”

A. Ciri Pinjol Ilegal

Pinjaman ilegal adalah pinjaman yg dikeluarkan oleh entitas yng nir mempunyai biarberdasarkan otoritas keuangan OJK.

Penting diketahui supaya kita memahami apabila penawaran kredit online datang menurut pihak yg mempunyai izin OJK atau tidak.

Paling krusial, apabila menerima penawaran pinjaman secara online, pastikan terlebih dahulu legalitas lembaga tadi. Jangan cepat – cepat merogoh karena iming – iming pencairan dana tunai.

Berikut ciri pinjaman online ilegal:

Pertama, tidak terdapat lambang OJK pada website atau pelaksanaan pinjaman online. Dalam website atau pelaksanaan fintech yg berizin resmi OJK menampilkan lambang OJK menggunakan berita bahwa forum ini ‘terdaftar & diawasi’ oleh OJK.

OJK menciptakan peraturan bahwa perusahaan fintech yg boleh memasang logo OJK di website & aplikasi merupakan perusahaan yang telah resmi terdaftar di OJK.

Kedua, pelaksanaan pinjol ilegal tidak terdaftar pada Google Play Store. Anda tidak menemukan pelaksanaan pada daftar Play Store. 

Lalu, penawaran mengunduh aplikasi dilakukan via APK.

Apa itu APK ? Singkatnya link download APK dikirim oleh pinjol ilegal via sms atau chat WA buat mempromosikan aplikasi ilegal tadi.

Ketiga, taraf bunga, porto dan dendasangat tinggi. Meskipun proses pencairan sangat cepat dan mudah, tetapi fintech ilegal menerapkan bunga, hukuman & biayayang sangat mencekik nasabah.

Masalahnya, peminjam umumnya nir membaca dengan cermat & teliti soal ketentuan bunga, hukuman dan porto yg tinggi tersebut, saat pengajuan pinjaman. Peminjam terbuai oleh kecepatan & kemudahan dalam mendapatkan pinjaman.

Keempat, alamat kantor dan call center pinjaman ilegal tidak kentara atau bahkan nir ada. Sementara, alamat tempat kerja & call center penting buat konsumen jika menghadapi masalah dan ingin melakukan komunikasi dengan pemberi pinjaman.

Tampaknya, karena ilegal, penyedia pinjol ini enggan mencantumkan alamat kentara & no yg mampu dihubungi. apabila nanti terjadi komplain nasabah, mereka mampu enggan gampang menghindar.

Kelima, perlu waspada apabila proses pengajuan pinjaman sangat mudah. Too good to be true!

Misalnya, tanpa syarat apapun relatif unduh aplikasi, pinjaman eksklusif cair. Proses ini tampak sangat gampang dimana Anda perlu waspada lantaran umumnya yang memperlihatkan proses mudah adalah pinjaman online ilegal.

B. Resiko Pinjaman Online Ilegal

Anda akan kaget membaca banyaknya resiko yang dihadapi ketika mengajukan pinjaman online ke forum Fintech Lending ilegal.

Resiko ini saya kumpulkan menurut penerangan OJK pada media massa dan di website resmi OJK, dan pengalaman sahabat – sahabat yg pernah ‘terjebak’ dengan kerasnya Fintech Ilegal.

Berikut ini adalah daftar resiko yang dihadapi konsumen ketika meminjam di Fintech Lending ilegal:

Tidak Diawasi OJK. Tidak ada regulator spesifik yg bertugas mengawasi aktivitas Penyelenggara Fintech Lending ilegal. Sedangkan Penyelenggara Fintech Lending yang terdaftar/berizin di OJK berada pada supervisi OJK sehingga sangat memperhatikan aspek Perlindungan konsumen.

Tidak Bisa Mengadu ke OJK. Lantaran nir pada supervisi OJK, apabila konsumen dispute menggunakan Fintech, pengaduan konsumen akan sulit difollow-up  oleh OJK. Sementara, dengan Fintech Lending yang terdaftar/berizin OJK, konsumen bisa mencari solusi menggunakan mengadukan kasusnya ke OJK.

Akses Data Pribadi Kebablasan. Aplikasi Fintech Lending ilegal akan meminta akses kepada semua pribadi yang terdapat di pada handphone Pengguna yg lalu disalahgunakan buat melakukan penagihan. Sedangkan Fintech Lending yang terdaftar/berizin OJK hanya diizinkan mengakses Camera, Microphone, & Location (CEMILAN) dalam handphone Pengguna.

Bunga & Denda Luar Biasa Tinggi. Penyelenggara Fintech Lending ilegal mengenakan porto dan dendayang sangat besardan nir transparan. Sedangkan Fintech Lending yang terdaftar/berizin OJK diwajibkan menaruh keterbukaan informasi mengenai bunga, dan hukuman maksimalyg bisa dikenakan pada Pengguna. AFPI mengatur bunga maksimal0,8% per hari & total seluruh porto termasuk hukuman merupakan 100% menurut nilai Pokok Pinjaman.

Cara Penagihan Tidak Sesuai Ketentuan. Penyelenggara Fintech Lending ilegal melakukan penagihan menggunakan cara-cara yg kasar, cenderung mengancam, tidak manusiawi, dan bertentangan menggunakan hukum. Sedangkan energi penagih dalam Fintech Lending yg terdaftar/berizin menurut OJK wajibmengikuti sertifikasi energi penagih yg dilakukan oleh AFPI.

Syarat Pinjam Meminjam pada Fintech Ilegal sangat mudah akan tetapi menjebak. Pinjaman dalam Penyelenggara Fintech Lending ilegal cenderung sangat mudah, tanpa menanyakan keperluan pinjaman. Sedangkan Penyelenggara Fintech Lending yang terdaftar/berizin OJK perlu mengetahui tujuan pinjaman serta membutuhkan dokumen-dokumen buat melakukan credit scoring.

Direksi & Komisaris Fintech Ilegal tidak jelas. Tidak ada standar pengalaman apapun yang harus dipenuhi sang Penyelenggara Fintech Lending Ilegal. Pengurus Direksi & Komisaris Penyelenggara Fintech Lending yang terdaftar/berizin OJK kentara orang-orangnya dan wajib mempunyai pengalaman minimal 1 tahun di Industri Jasa Keuangan, pada level manajerial.

Post a Comment for "Cara Tidak Terjebak Fintech Pinjaman Online Ilegal Terkini "